Secara spiritual, kita harus saling membantu.
Jika kita terus mentertentangkan perbedaan kecil, maka kita semakin jauh ketinggalan dibanding orang jahat.
Perlu
saya terangkan, secara internasional energi (emosi) Indonesia dan
negara lain telah dipermainkan/ dimanipulatif oleh Amerika dan kroninya.
Lewat
sinyal dari pemancar seluler, ada gelombang elektromagnetik yang bisa
dikendalikan. Dalam hal ini untuk tujuan terorisme, memenangkan proyek,
menjual produk dsb. Perasaan sedih, senang, bangga, dll bisa
dimanipulatif oleh mereka.
Sedangkan kita masih mempertentangkan spiritual dan klenik. Padahal semua bisa diilmiahkan sebagai energi.
Bangsa lain bukan tidak mempelajari, tetapi sengaja dikaburkan supaya hanya dikuasai oleh pemilik modal maupun pemerintah.
Oleh karena itu, sebagai bangsa dengan dasar budaya dan spiritual yang kuat, maka kita harus bersatu dan berjuang.
Salah satu alat yang bisa digunakan adalah orgonite dan cloud buster.
Bagi
yang memiliki tempat mangkrak, maupun yang ramai saya mohon untuk dapat
berbagi dengan kita. Ingat, musuh kita bukan sesama spiritual, tetapi
kekuatan besar bangsa asing.
Cara belajar Spiritual: http://jongkojoyosudrajat.blogspot.co.id/2016/10/cara-belajar-spiritual_25.html
Orgonite: http://www.baligifter.org/index2.htm
Cloudbuster: http://www.baligifter.org/CaranyaCloudbuster.htm
Mengatasi semua masalah dan belajar spiritual apapun, silahkan email ke: rhjsudrajat@gmail.com. Cc Istposted@gmail.com. Atau komen di blog ini. On Progress: 1. Mengelola gunung emas untuk kemakmuran Indonesia dan dunia 2. Mengelola pembangkit listrik tenaga ombak. Setengah pulau Jawa akan gratis listrik. Setelah berhasil di Yogya, tentu bisa ditiru di seluruh Indonesia dan dunia Yang peduli, silahkan mendekat.
Label
- BANTUAN (19)
- GURU BESAR/ Kyai Sejati/ Ustadz asli (4)
- ILMU (11)
- LAKU SAYA (23)
- Obat Korona (1)
- PENGHAYATAN (29)
Rabu, 30 November 2016
Minggu, 27 November 2016
Meningkatkan Spiritual
Sekarang saya agak membuka diri untuk keinginan sedekah rekan- rekan yang dibantu. Setelah bantuan saya selesai, atau tahapan sudah mulai kelihatan hasilnya silahkan transfer ke rekening
Yayasan YPUY:
BRI 1327-01-000252-53-5.
Kami banyak sekali kegiatannya. Yang terpenting, kami sudah memandirikan puluhan keluarga. Kami memberi umpan kepada yang butuh umpan, dan memberi pancingan kepada yang butuh pancingan, bukan sebaliknya.
Tetap saya tekankan untuk beramal sesuai kemampuan kita, tidak melulu harus uang. Dalam kehidupan ghaib, sedekah itu penangkal hal buruk, termasuk dari gangguan ghaib. Juga pelancar hajat. Namun, sedekahnya harus tepat. Dalam artian misalnya rekan- rekan membantu pembangunan masjid, bagi saya lebih penting membangun umatnya dulu. Berapa banyak masjid kosong melompong? Dengan bangunan yang megah? Di sisi lain, ratusan keluarga/ manusia membutuhkan bantuan. Kami baru mampu 3 keluarga setiap saatnya.
Beberapa contoh kegiatan kami:
Secara umum:
Kegiatan yang dilakukan:
a. Pemberian modal dalam rangka membantu yang membutuhkan modal dengan
system bagi hasil sesuai kemampuan tanpa ada persentase apapun, dengan itikad
kejujuran dan saling percaya. Kemudian hasil keuntungan yang diperoleh akan
digunakan untuk menyumbang Saudara yang kurang mampu, membantu korban bencana,
menyantuni anak yatim, dll.
b. Memberi sumbangan bantuan kemanusiaan
c. Menyumbang Saudara yang kurang mampu
d. Menyantuni anak yatim
e. Menyekolahkan anak yang kurang mampu
f. Saling memberi bantuan berdasarkan kemampuan yang dimiliki
g. dll
Bantuan yang diharapkan dari donator (bisa salah satu atau gabungan
beberapa jenis kegiatan)
a. Doa
b. Bantuan pemikiran dan tenaga menyangkut Saudara kita yang lain yang
memerlukan bantuan. Misalnya, pengurusan tanah, masalah, keluarga, sehingga
saling menasehati dan sebagai mediator pihak ketiga.
c. Uang, bisa untuk modal sehingga suatu saat kembali, atau bisa langsung
untuk disumbangkan.
d. Tanah sebagai tempat usaha, rumah singgah, pondok pesantren, dan
sejenisnya, tergantung keinginan donator. Bantuan tanah juga bisa pemakaian
sementara atau wakaf.
e. Barang- barang yang layak pakai.
f. Turut memajukan yayasan dengan cara bertransaksi usaha dengan anggota
binaan yayasan.
g. dllSelasa, 25 Oktober 2016
Cara Belajar Spiritual
Berikut saya resume cara belajar spiritual. Tidak bisa 100 % tepat, tetapi paling tidak mendekati dan ada pedoman.
Yang terpenting, saya bisa cek kemampuan spiritual Anda di tempat. Saya masukkan energi Anda ke tasbih dan dicek tingkatan spiritual Anda. Jadi, kalau ke tempat saya, bawa tasbih ya. Yang bagus kayunya, misalnya stigi atau cocca. Kalau kayu biasa, sering tidak kuat menampung energi. Yang 33 saja tidak apa- apa, supaya murah di ongkos. Nanti tasbihnya bisa bergerak sendiri. Jadi, energi jika telah berhasil kita kendalikan (kita telah berhasil mengendalikan energi alam) maka bisa dimanifestasikan lewat sesuatu. Dengan pergerakan, dengan bentuk, dll. Saya pribadi secara langsung bisa tanpa perantara. Namun, untuk meyakinkan Anda harus saya tunjukkan lewat praktek. Inipun bisa untuk kelanjutan pembelajaran berikutnya. Pembelajaran ini sampai Anda mampu mengendalikan energi di tasbih tersebut. Kalau level sarjana bisa, maka saya tingkatkan energi level s2, dsb. Kalau mau cari pembimbing lain juga silahkan, cari saja yang bisa mengendalikan energi di tasbih tersebut. maka ybs memang orang berilmu. Yang tidak suka cara di atas, bisa melalui mimpi, gambaran baik bentuk tertentu maupun cahaya dan getaran. Sampai tingkat tertinggi, dan perlu pembuktian ekstrem, kita berani menginjak pusaka ampuh. Pada dasarnya pusaka itu hanya media. Nah ini supaya yang khawatir ini mendekati syirik tidak khawatir lagi.
Saya tidak memakai media manusia sebagai medium karena bisa tidak kuat, blank, kesurupan, berubah watak, dan sebetulnya bersekutu dengan jin/ roh/ siluman tidak boleh. Roh kita harus independen. Kalau sudah terlanjur, bisa kita kondisikan "ngemong/ mendampingi" tanpa masuk raga. Inipun perogratif kita sebagai manusia harus terjaga.
Selain tingkat spiritual, gaib di benda, di tubuh, yang menemui lewat mimpi atau langsung itu apa dan menipu/ tidak juga bisa saya cek. Lokasi Yogya.
Tahap awal, Anda menceritakan dulu diri Anda plus foto. Lalu saya analisis.
Lewat gambaran profil: ketertarikan, kebiasaan, hal gaib, teknologi, kegemaran, bisa dianalisis sementara.
Tahap selanjutnya adalah praktek ilmu.
Nanti menetralisir benda pusaka, tasbih, dsb, bahkan jika yang master boleh menginjak pusaka ampuh. Saya bisa menyediakan energi sesuai tingkatan untuk dapat ditaklukkan/ dikendalikan. Untuk praktek sendiri juga bisa. Yang paling mengena adalah dengan membantu orang lain yang sedang kesusahan maupun terkena gangguan ghaib. Nanti akan ada tugas sesuai tingkatannya.
Materi ini sedang dipakai dalam novel bocah angin.
Yang terpenting, saya bisa cek kemampuan spiritual Anda di tempat. Saya masukkan energi Anda ke tasbih dan dicek tingkatan spiritual Anda. Jadi, kalau ke tempat saya, bawa tasbih ya. Yang bagus kayunya, misalnya stigi atau cocca. Kalau kayu biasa, sering tidak kuat menampung energi. Yang 33 saja tidak apa- apa, supaya murah di ongkos. Nanti tasbihnya bisa bergerak sendiri. Jadi, energi jika telah berhasil kita kendalikan (kita telah berhasil mengendalikan energi alam) maka bisa dimanifestasikan lewat sesuatu. Dengan pergerakan, dengan bentuk, dll. Saya pribadi secara langsung bisa tanpa perantara. Namun, untuk meyakinkan Anda harus saya tunjukkan lewat praktek. Inipun bisa untuk kelanjutan pembelajaran berikutnya. Pembelajaran ini sampai Anda mampu mengendalikan energi di tasbih tersebut. Kalau level sarjana bisa, maka saya tingkatkan energi level s2, dsb. Kalau mau cari pembimbing lain juga silahkan, cari saja yang bisa mengendalikan energi di tasbih tersebut. maka ybs memang orang berilmu. Yang tidak suka cara di atas, bisa melalui mimpi, gambaran baik bentuk tertentu maupun cahaya dan getaran. Sampai tingkat tertinggi, dan perlu pembuktian ekstrem, kita berani menginjak pusaka ampuh. Pada dasarnya pusaka itu hanya media. Nah ini supaya yang khawatir ini mendekati syirik tidak khawatir lagi.
Saya tidak memakai media manusia sebagai medium karena bisa tidak kuat, blank, kesurupan, berubah watak, dan sebetulnya bersekutu dengan jin/ roh/ siluman tidak boleh. Roh kita harus independen. Kalau sudah terlanjur, bisa kita kondisikan "ngemong/ mendampingi" tanpa masuk raga. Inipun perogratif kita sebagai manusia harus terjaga.
Selain tingkat spiritual, gaib di benda, di tubuh, yang menemui lewat mimpi atau langsung itu apa dan menipu/ tidak juga bisa saya cek. Lokasi Yogya.
Ini sudah ribuan yang saya beri energi tasbih. Hanya puluhan yang bisa. Tapi saya ada teknik terbaru supaya cepat bisa. Asal masih ada nur ilahi dan sifat kebaikan di diri. Ini sudah dibuktikan diruqyah di Mekah/ Ka'bah. Energi tidak hilang. Termasuk dibawa ke kamar mandi, bebas. Karena ini tatarannya lebih tinggi dari Kodam dan bukan Kodam. Ini adalah energi nur ilahi/tuhan/alam.
Tahap awal, Anda menceritakan dulu diri Anda plus foto. Lalu saya analisis.
Lewat gambaran profil: ketertarikan, kebiasaan, hal gaib, teknologi, kegemaran, bisa dianalisis sementara.
Tahap selanjutnya adalah praktek ilmu.
Nanti menetralisir benda pusaka, tasbih, dsb, bahkan jika yang master boleh menginjak pusaka ampuh. Saya bisa menyediakan energi sesuai tingkatan untuk dapat ditaklukkan/ dikendalikan. Untuk praktek sendiri juga bisa. Yang paling mengena adalah dengan membantu orang lain yang sedang kesusahan maupun terkena gangguan ghaib. Nanti akan ada tugas sesuai tingkatannya.
Materi ini sedang dipakai dalam novel bocah angin.
Selasa, 18 Oktober 2016
Cara Belajar Spiritual: Makrifat dulu Vs Syariat dulu
Nah, sekali-kali saya bikin status yang lumayan berani. Berani dalam arti menyinggung orang. Karena istilah berani bagi saya adalah berani mengendalikan diri, dimana selama ini saya cenderung sopan. Tetapi, mengingat banyak ahli spiritual yang melenceng, maka saya juga harus tegas.
Belajar spiritual dari tahap syariat, maka hasilnya 10 % berhasil sampai makrifat dan 90 % mentok di syariat. Ini contohnya yang belajar agama dari kecil. Ini contohnya Kyai , Biksu, Romo, dll. Mereka yang 10 %. Tetapi, jamaahnya hanya mentok di tataran syariat (yang 90 %). Maka, jika ada pembaca yang ada pada lingkaran 90 % ini, keluarlah dan cobalah untuk berkembang.
Belajar spiritual langsung ke tahap makrifat, maka hasilnya 1 % berhasil 99 % tersesat. Ini tidak termasuk yang beruntung langsung dapat guru spiritual yang yahud lho. Berapa banyak yang wadahnya belum kuat terus gila dan membunuh anaknya sendiri sebagai "penyempurna ilmu"?. Maunya seperti Nabi Ibrahim, padahal pembisiknya setan, bukan Malaikat Jibril. Berapa banyak yang terjebak duniawi, pelet, rampok, santet, dll? Yang hampir semuanya adalah para pelaku spiritual.
Saya mencontohkan lagi seorang Guru Kedaerahan yang memiliki 150.000 pengikut. Guru Kedaerahan ini yang mengakui kekuatan tertinggi adalah penguasa salah satu laut. Maka, ybs mentok di situ. Apakah tidak ada yang menguasai laut lebih luas lagi? Langit? Bumi? Gunung? Lalu, bagaimana dengan pengikutnya? Otomatis akan lebih jauh di bawah beliau. Guru ini bisa sampai dunia roh dan malaikat/ bidadari, tapi belum bisa sampai dunia Dewa/ Tuhan. Lalu, bagaimana pengikutnya? Lebih rendah lagi. Kalau ada pembaca yang berada dalam lingkaran ini, keluarlah, cobalah untuk berfikir. Saya cukup prihatin dengan hal ini.
Lalu, bagaimana yang betul? Dua- duanya ditempuh. Dan saat belajar, kosongkan "gelas" anda. Karena jika anda sudah merasa hebat, maka artinya anda juga sudah "mentok". Begitupun jika anda telah mengikuti guru yang salah. Saya menyebutnya guru, karena ilmu tidak ada yang salah, tinggal cara dan tujuan menggunakannya. Misalnya, ilmu kebal apakah untuk merampok atau untuk mengusir penjajah? Dll. Nah, saat anda mengikuti guru yang salah padahal anda mati- matian membelanya, maka anda juga sudah "mentok". Karena itu, kosongkan gelas anda dan terimalah nasihat atau ilmu orang lain kemudian disaring lagi. Barulah anda di suatu titik bisa menemukan "dewa ruci", guru spiritual sejati.
Belajar spiritual dari tahap syariat, maka hasilnya 10 % berhasil sampai makrifat dan 90 % mentok di syariat. Ini contohnya yang belajar agama dari kecil. Ini contohnya Kyai , Biksu, Romo, dll. Mereka yang 10 %. Tetapi, jamaahnya hanya mentok di tataran syariat (yang 90 %). Maka, jika ada pembaca yang ada pada lingkaran 90 % ini, keluarlah dan cobalah untuk berkembang.
Belajar spiritual langsung ke tahap makrifat, maka hasilnya 1 % berhasil 99 % tersesat. Ini tidak termasuk yang beruntung langsung dapat guru spiritual yang yahud lho. Berapa banyak yang wadahnya belum kuat terus gila dan membunuh anaknya sendiri sebagai "penyempurna ilmu"?. Maunya seperti Nabi Ibrahim, padahal pembisiknya setan, bukan Malaikat Jibril. Berapa banyak yang terjebak duniawi, pelet, rampok, santet, dll? Yang hampir semuanya adalah para pelaku spiritual.
Saya mencontohkan lagi seorang Guru Kedaerahan yang memiliki 150.000 pengikut. Guru Kedaerahan ini yang mengakui kekuatan tertinggi adalah penguasa salah satu laut. Maka, ybs mentok di situ. Apakah tidak ada yang menguasai laut lebih luas lagi? Langit? Bumi? Gunung? Lalu, bagaimana dengan pengikutnya? Otomatis akan lebih jauh di bawah beliau. Guru ini bisa sampai dunia roh dan malaikat/ bidadari, tapi belum bisa sampai dunia Dewa/ Tuhan. Lalu, bagaimana pengikutnya? Lebih rendah lagi. Kalau ada pembaca yang berada dalam lingkaran ini, keluarlah, cobalah untuk berfikir. Saya cukup prihatin dengan hal ini.
Lalu, bagaimana yang betul? Dua- duanya ditempuh. Dan saat belajar, kosongkan "gelas" anda. Karena jika anda sudah merasa hebat, maka artinya anda juga sudah "mentok". Begitupun jika anda telah mengikuti guru yang salah. Saya menyebutnya guru, karena ilmu tidak ada yang salah, tinggal cara dan tujuan menggunakannya. Misalnya, ilmu kebal apakah untuk merampok atau untuk mengusir penjajah? Dll. Nah, saat anda mengikuti guru yang salah padahal anda mati- matian membelanya, maka anda juga sudah "mentok". Karena itu, kosongkan gelas anda dan terimalah nasihat atau ilmu orang lain kemudian disaring lagi. Barulah anda di suatu titik bisa menemukan "dewa ruci", guru spiritual sejati.
Cara Belajar Spiritual: Makrifat dulu Vs Syariat dulu
Nah, sekali-kali saya bikin status yang lumayan berani. Berani dalam arti menyinggung orang. Karena istilah berani bagi saya adalah berani mengendalikan diri, dimana selama ini saya cenderung sopan. Tetapi, mengingat banyak ahli spiritual yang melenceng, maka saya juga harus tegas.
Belajar spiritual dari tahap syariat, maka hasilnya 10 % berhasil sampai makrifat dan 90 % mentok di syariat. Ini contohnya yang belajar agama dari kecil. Ini contohnya Kyai , Biksu, Romo, dll. Mereka yang 10 %. Tetapi, jamaahnya hanya mentok di tataran syariat (yang 90 %). Maka, jika ada pembaca yang ada pada lingkaran 90 % ini, keluarlah dan cobalah untuk berkembang.
Belajar spiritual langsung ke tahap makrifat, maka hasilnya 1 % berhasil 99 % tersesat. Ini tidak termasuk yang beruntung langsung dapat guru spiritual yang yahud lho. Berapa banyak yang wadahnya belum kuat terus gila dan membunuh anaknya sendiri sebagai "penyempurna ilmu"?. Maunya seperti Nabi Ibrahim, padahal pembisiknya setan, bukan Malaikat Jibril. Berapa banyak yang terjebak duniawi, pelet, rampok, santet, dll? Yang hampir semuanya adalah para pelaku spiritual.
Saya mencontohkan lagi seorang Guru Kedaerahan yang memiliki 150.000 pengikut. Guru Kedaerahan ini yang mengakui kekuatan tertinggi adalah penguasa salah satu laut. Maka, ybs mentok di situ. Apakah tidak ada yang menguasai laut lebih luas lagi? Langit? Bumi? Gunung? Lalu, bagaimana dengan pengikutnya? Otomatis akan lebih jauh di bawah beliau. Guru ini bisa sampai dunia roh dan malaikat/ bidadari, tapi belum bisa sampai dunia Dewa/ Tuhan. Lalu, bagaimana pengikutnya? Lebih rendah lagi. Kalau ada pembaca yang berada dalam lingkaran ini, keluarlah, cobalah untuk berfikir. Saya cukup prihatin dengan hal ini.
Lalu, bagaimana yang betul? Dua- duanya ditempuh. Dan saat belajar, kosongkan "gelas" anda. Karena jika anda sudah merasa hebat, maka artinya anda juga sudah "mentok". Begitupun jika anda telah mengikuti guru yang salah. Saya menyebutnya guru, karena ilmu tidak ada yang salah, tinggal cara dan tujuan menggunakannya. Misalnya, ilmu kebal apakah untuk merampok atau untuk mengusir penjajah? Dll. Nah, saat anda mengikuti guru yang salah padahal anda mati- matian membelanya, maka anda juga sudah "mentok". Karena itu, kosongkan gelas anda dan terimalah nasihat atau ilmu orang lain kemudian disaring lagi. Barulah anda di suatu titik bisa menemukan "dewa ruci", guru spiritual sejati.
Belajar spiritual dari tahap syariat, maka hasilnya 10 % berhasil sampai makrifat dan 90 % mentok di syariat. Ini contohnya yang belajar agama dari kecil. Ini contohnya Kyai , Biksu, Romo, dll. Mereka yang 10 %. Tetapi, jamaahnya hanya mentok di tataran syariat (yang 90 %). Maka, jika ada pembaca yang ada pada lingkaran 90 % ini, keluarlah dan cobalah untuk berkembang.
Belajar spiritual langsung ke tahap makrifat, maka hasilnya 1 % berhasil 99 % tersesat. Ini tidak termasuk yang beruntung langsung dapat guru spiritual yang yahud lho. Berapa banyak yang wadahnya belum kuat terus gila dan membunuh anaknya sendiri sebagai "penyempurna ilmu"?. Maunya seperti Nabi Ibrahim, padahal pembisiknya setan, bukan Malaikat Jibril. Berapa banyak yang terjebak duniawi, pelet, rampok, santet, dll? Yang hampir semuanya adalah para pelaku spiritual.
Saya mencontohkan lagi seorang Guru Kedaerahan yang memiliki 150.000 pengikut. Guru Kedaerahan ini yang mengakui kekuatan tertinggi adalah penguasa salah satu laut. Maka, ybs mentok di situ. Apakah tidak ada yang menguasai laut lebih luas lagi? Langit? Bumi? Gunung? Lalu, bagaimana dengan pengikutnya? Otomatis akan lebih jauh di bawah beliau. Guru ini bisa sampai dunia roh dan malaikat/ bidadari, tapi belum bisa sampai dunia Dewa/ Tuhan. Lalu, bagaimana pengikutnya? Lebih rendah lagi. Kalau ada pembaca yang berada dalam lingkaran ini, keluarlah, cobalah untuk berfikir. Saya cukup prihatin dengan hal ini.
Lalu, bagaimana yang betul? Dua- duanya ditempuh. Dan saat belajar, kosongkan "gelas" anda. Karena jika anda sudah merasa hebat, maka artinya anda juga sudah "mentok". Begitupun jika anda telah mengikuti guru yang salah. Saya menyebutnya guru, karena ilmu tidak ada yang salah, tinggal cara dan tujuan menggunakannya. Misalnya, ilmu kebal apakah untuk merampok atau untuk mengusir penjajah? Dll. Nah, saat anda mengikuti guru yang salah padahal anda mati- matian membelanya, maka anda juga sudah "mentok". Karena itu, kosongkan gelas anda dan terimalah nasihat atau ilmu orang lain kemudian disaring lagi. Barulah anda di suatu titik bisa menemukan "dewa ruci", guru spiritual sejati.
Kamis, 29 Oktober 2015
KEPEDULIAN
Kami adalah tim. Kami bekerja bersama. Tidak ada masalah apapun yang tidak bisa diselesaikan jika jalan kita adalah jalan kebenaran.
Jangan takut terhadap dukun yang katanya sakti.
Jangan takut terhadap tukang santet terhebat.
Karena Allah bersama kita.
Teman setan hanyalah pepesan kosong belaka.
Jadi, mari saling membantu.
Dan kami siap membantu susahmu.
Jangan khawatir soal biaya.
Dengan menolongmu, kami memperoleh ganti pahala dan kenikmatan yang lebih besar dariNya
Marilah bersama menuju RidloNya
Jangan takut terhadap dukun yang katanya sakti.
Jangan takut terhadap tukang santet terhebat.
Karena Allah bersama kita.
Teman setan hanyalah pepesan kosong belaka.
Jadi, mari saling membantu.
Dan kami siap membantu susahmu.
Jangan khawatir soal biaya.
Dengan menolongmu, kami memperoleh ganti pahala dan kenikmatan yang lebih besar dariNya
Marilah bersama menuju RidloNya
Selasa, 13 Januari 2015
Lebih Baik Ketentuan Allah
Kutuliskan kalimat ini untuk mengabarkan berita di dada kalian, Saudaraku.
Calon presiden, yang kudukung dengan doa. Setelah jadi, siapa yang mengakuinya? Seorang pimpinan spiritual yang justru mengakui semua adalah hasil tirakatnya. Padahal ada sedikit peranku di sana. Tak dianggap tak apa. Tapi, kejadian dan kemenangan dukungannya semakin membuatnya pongah dan semakin berani mengkritik islam. Ya, komunitas spiritual dengan puluhan ribu pengikut. Tak usah terlalu khawatir, itu hanya fatamorgana. Sejatinya, pendukungnya hanya ratusan biji. Sehari bikin akun palsu 100. Berapa total setahun? 365 x 100= 36.500. Jangan heran jika kelihatannya grupnya besar. Padahal hanya pepesan kosong. Bagaimanapun kudoakan dia supaya sadar.
Yang kubantu doa dan akhirnya punya keturuanan. Ternyata aniaya terhadap anaknya setelah lahir.
Yang dapat jodoh orang kaya, ternyata menjadi kufur nikmat dan lupa ibadah.
Dll.
Tuhan lebih tahu dan lebih mengerti kebutuhan umat. Kelak, aku akan membantu supaya kalian diberi yang terbaik. Tidak akan kubantu apa yang ada di keinginan kalian. Tetapi kudoakan yang terbaik seharusnya dari Tuhanlah yang kalian nikmati.
Sambil kudoakan juga, semoga kalian berhasil melalui ujian-Nya. AMIN
Calon presiden, yang kudukung dengan doa. Setelah jadi, siapa yang mengakuinya? Seorang pimpinan spiritual yang justru mengakui semua adalah hasil tirakatnya. Padahal ada sedikit peranku di sana. Tak dianggap tak apa. Tapi, kejadian dan kemenangan dukungannya semakin membuatnya pongah dan semakin berani mengkritik islam. Ya, komunitas spiritual dengan puluhan ribu pengikut. Tak usah terlalu khawatir, itu hanya fatamorgana. Sejatinya, pendukungnya hanya ratusan biji. Sehari bikin akun palsu 100. Berapa total setahun? 365 x 100= 36.500. Jangan heran jika kelihatannya grupnya besar. Padahal hanya pepesan kosong. Bagaimanapun kudoakan dia supaya sadar.
Yang kubantu doa dan akhirnya punya keturuanan. Ternyata aniaya terhadap anaknya setelah lahir.
Yang dapat jodoh orang kaya, ternyata menjadi kufur nikmat dan lupa ibadah.
Dll.
Tuhan lebih tahu dan lebih mengerti kebutuhan umat. Kelak, aku akan membantu supaya kalian diberi yang terbaik. Tidak akan kubantu apa yang ada di keinginan kalian. Tetapi kudoakan yang terbaik seharusnya dari Tuhanlah yang kalian nikmati.
Sambil kudoakan juga, semoga kalian berhasil melalui ujian-Nya. AMIN
Langganan:
Postingan (Atom)