Rabu, 01 Januari 2014

Pasca pendopo jadi

Sebelum selesainya pendopo, sudah 11 orang yang kami bantu. Tidak perlu kami cari, mereka datang sendiri.

4 orang sudah memperoleh pekerjaan. Sisanya masih membantu penyelesaian pendopo.

Selain pendopo yang istilahnya seperti bunga yang didatangi orang, anggota yang sudah memperoleh pekerjaan mengakui bahwa lokasi pendopo memiliki karomah. Lama mereka tidak memiliki pekerjaan, akhirnya bisa memperoleh pekerjaan.

Penduduk sekitar juga takut jika membangun di sekitar lokasi pendopo, katanya lokasinya angker/wingit. Alhamdulillah, pembangunan kami aman.

Sementara, yang mendekat baru penerima bantuan. Untuk pemberi bantuan, baru sekedarnya. Semoga, ada yang bonafit dan menyadari harta dunia hanya 2 % dan lebih memilih harta akhirat. Juga keyakinan bahwa balasan di dunia sebanyak 700 kali kebaikan sesuai ayat al-qur'an mereka percayai.

Kamis, 12 Desember 2013

Bertarung dengan sesama ahli spiritual

Almarhum ibu seorang pejabat mendatangiku dalam mimpi. Minta tolong anaknya dibantu. Dalam kondisi sadar, kurasakan bayangan beliau menarik2 kakiku. Akhirnya kubantu semampuku meskipun pakai istilah memalukan. Awalnya orangnya juga gak percaya dengan ceritaku, padahal dia juga penganut kejawen murni. Apa gak bisa interaksi dengan arwah ibunya. Sampai disini, akupun menghentikan bantuanku. Karena, bagiku bantuanku juga harus menyadarkan si pasien supaya menjadi lebih baik. Ada masalah tentu ada sebab kesalahannya. Kecuali untuk yang diuji keimanannya oleh Allah SWT.

Suatu saat, kucek ternyata dia akan dihabisi musuhnya. Ini masalah perebutan kekuasaan dan dia pada posisi susah karena yang kalah dan tentunya modalnya kecil untuk mencari dukungan. Lima orang dukun, sedangkan lima orang adalah ahli spiritual. wadeh.....berat juga pikirku. Beberapa ilmuku kalah. Memang sengaja kulakukan, apabila langsung frontal kasihan juga musuhnya. Sampai pada tingkatan aku memakai ilmu salah satu sunan untuk dapat mengalahkan mereka. Akhirnya aku dapat mengalahkan mereka dan pejabat yang kubantu selamat.

Uang sekarang merupakan tuhan bagi mereka. Dan ini menunjukkan ilmu mereka masih cetek. Ilmu yang tinggi itu harus mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah. Harus bisa menimbulkan win win solution. Pembunuhan, santet, tenung bukanlah cara penyelesaian yang baik. Alhamdulillah, dengan majunya tekhnologi dan semakin pintarnya manusia,  sekarang manusia banyak yang cenderung berfikir rasional. Akan tetapi dajjal berupa tv dan internet yang perlu diantisipasi. Inilah yang menyebabkan manusia sekarang sesat..... Ahli spiritual sekarang harus mampu menyelesaikan masalah dajjal tekhnologi ini, yaitu dengan pembentukan karakter melalui bimbingan spiritual, tidak sekedar menyelesaikan masalah yang dihadapi umat. tetapi umat diajari supaya dapat menyelesaikan masalah sendiri.

Salah seorang ahli spiritual adalah guru temanku ternyata. Padahal temanku juga sudah lulus s2 spiritual istilahnya, sudah hampir khatam. qqqqqqqqq. Ternyata dunia ini sempit. Disini saya tambahkan, bahwa teman saya beragama katolik. Tetapi, dia tidak kalah dari kyai2 islam. Inilah iman, yang merupakan kumpulan pahala. Orang kristen yang berpahala dan ikhlas pun akan memperoleh ilmu Allah. Inilah, dukun atau ahli spiritual sama saja jika ilmunya disalahgunakan. Bagaimana bisa menang melawan ilmu Allah yaitu dengan doa? Karena itu, untuk pembaca sekalian, jika menghadapai masalah dengan dukun/ kyai/ pendeta/ romo siapapun, tidak perlu takut jika kita berada dalam kebenaran dan hati kita sudah condong kepada Allah SWT. Bukan kita yang menyelesaikan, tetapi Allah SWT.

Guru Besar/ Kyai AKMIL mengetahui hal ini. Akhirnya beliau turun tangan. Suatu kesempatan, pejabat tersebut menjadi pasien  Guru Besar/ Kyai AKMIL lewat pihak ketiga. Akan tetapi karena kejawen sudah watak, maka sulit diperbaiki. Dia lebih suka nyedot pusaka daripada belajar ilmu hikmah.

Aku tetap menolongnya dari belakang dan mendoakan supaya Allah menunjukkan jalannya. Sembari tetap yakin bahwa kelak anak keturunannya yang akan menjadi lebih baik. Seperti pasienku yang meminta keturunan. Kuharap anaknya yang akan mau menjadi orang yang beriman.

Guru Besar/ Kyai AKMIL tetap yakin suatu saat pejabat ini akan sadar. Kalau aku, sudah tak begitu penting, yang penting sudah menjalankan amanat almarhum ibunya. Terkadang, masalah memang digunakan Allah untuk mengingatkan manusia atas kesalahannya.


Mengalahkan dukun

Seperti beberapa kisah sebelumnya mengenai dukun yang mengguna- guna, menyantet dan memelet pasienku.
Awalnya, dukun- dukun ini langsung kubantai. Jinnya kusikat dan ilmu mereka kuhabisi. Kucabut ilmu mereka dan akan kukembalikan jika mereka sudah sadar. Guru Besar / Kyai AKMIL mengetahui hal tersebut, lalu mengatakan suatu saat: "Awae dewe ngerti ilmune dukun, tapi dukun ra ngerti ilmune dewe". Waduh....berarti tak mungkin mereka tahu kalau ilmunya kumusnahkan dan mereka tak ampuh lagi, dan tak mungkin minta tolong padaku untuk ilmunya dikembalikan. Tapi biarlah, suatu saat pasti akan ditunjukkan Allah.

Sebagai contoh dukun ini adalah seseorang di kawasan gunung kidul yang memiliki ilmu anti cukur. Kalau berendam di kali rambutnya tak pernah basah. Banyak pejabat penting dari Jenderal sampai presiden yang datang. Tetapi, atas izin Allah ilmu beliau pudar dan sering sakit2an. Kucek, ternyata karena dosanya. Selain menyalahi keluargaku, dia juga sering menipu pasiennya. Sampai mobil dipinjam dan tidak dikembalikan. Suatu saat, pasien tersebut kuberi surat untuk dikasihkan dukun supaya dukun tersebut mengembalikan harta pasien tersebut. Pasien ke tempat dukun, ternyata pulangnya malah dia mengirim jin, tentunya untuk mematai2 pasien dan akhirnya memata2iku. Jin juga kuusir. Intinya, dukun tetap tidak berniat mengganti harta pasien. Meskipun, dia jatuh bangkrut, tetapi seikhlasnya membantu apa salahnya. Guru Besar / Kyai AKMIL tahu hal ini dan mengatakan suatu saat dukun tersebut justru akan menjadi murid  Guru Besar / Kyai AKMIL. Kuamini saja.

Yang lain, adalah tiga dukun santet di daerah klaten. Puluhan tahun beraksi tanpa ada yang mengganggu. Mereka satu desa dan saling membantu. Itulah kode etik perdukunan, "sak guru sak ilmu ra saling ngganggu". Karena mengganggu pasienku, maka ilmu mereka kuhilangkan. Sebelum bertemu  Guru Besar / Kyai AKMIL, ada kyai yang membantuku tetapi takut dengan ketiga dukun ini. Inilah sesuai cerita awalku, sampai aku ikrar aku rela mati asal ketiga dukun juga ikut mati saat aku ketemu malaikat maut, maka akan kuminta itu. Termasuk, aku ikrar kalau ada yang bisa membantuku, maka akan kuangkat guru. Setelah bertemu  Guru Besar / Kyai AKMIL, maka sangat mudah mengalahkan mereka bertiga. Kucek, ternyata mereka bertiga juga akan cekcok. Sampai saat inipun mereka bingung kok bisa ilmunya tidak ampuh lagi.

Dukun lain adalah dukun selevel penyedot benda pusaka. Dia memelet salah satu pasienku untuk temannya. Juga kututup ilmunya. Dia juga tidak tahu kok ilmunya bisa hilang dan karena apa hilang. Tor, bagiku tidak begitu penting karena hanya level dukun. Kalau level seperti ini, di Bali semua kan menjadi dukun. Punya jin satu saja sudah dipakai merdukun. Di Bali, rata2 setiap orang khan memeliki khodam.

Untuk selanjutnya, aku tidak menghilangkan ilmu, karena itu nafkah mereka. Kadang, mereka juga gunakan ilmunya untuk ngobati orang. Karena itu, hanya aku buang khodam yang jelek dan biarkan khodam baik di tubuh mereka, kemudian berdoa supaya Allah yang menyelesaikan selanjutnya.

Rabu, 11 Desember 2013

Orang yang paling sakti/ Ampuh

Orang yang paling sakti/ Ampuh adalah orang yang paling beriman, yaitu orang yang paling dekat dengan Allah SWT. Masalah apapun, akan diselesaikan oleh Allah SWT.

Inilah yang membuat saya dinaikkan tingkat oleh Guru Besar/Kyai AKMIL. Karena keimanan dan keikhlasan saya. Bukan hal yang lain. Inipun masih harus ditambah dan diasah lagi. Katanya, 40 tahun belum pernah menemukan murid seperti saya. Memang manusia dunia yang terlalu tamak atau aku terlalu tulus? Padahal menurutku, aq biasa2 saja. Ternyata memang manusia sudah pada tamak kata Guru Besar/Kyai AKMIL. Murid yang lain juga setelah ikrar, ingin segera praktek dan cari uang.......Yang lain...mungkin hanya untuk gagah2an. Yang jelas, aku cukup beruntung saja. karena Guru Besar/Kyai AKMIL menyenangiku karena ketaatanku sehingga banyak ilmunya yang diturunkan. Bukan ilmu seperti apa. Ada hawa dan getaran yang masuk kepala dan dada pada saat beliau mejang.

Karena itu, jangan pernah meremehkan orang lain dan merasa paling hebat. Ilmu Allah sangat luas, sedangkan ilmu kita terbatas.

Mari kita tingkatkan iman, takwa dan keikhlasan kita. Kemudian, saya mengajak semua umat untuk bersatu mengatasi kedzaliman dan tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

Menolong orang harus berani taruhan nyawa, melawan dukun, jin, iblis dari manapun. Bukan kita yang menyelesaikan, tapi Allah SWT.

Bagi yang imannya sudah tinggi, mari bergabung di Yayasan, sudah banyak anggota kami yang berakhlak mulia. Untuk yang berkaromah tinggi baru beberapa, tetapi semoga bertambah lagi.

Bagi yang masih bimbang, kami bersedia membantu. Guru Besar/Kyai AKMIL praktek langsung. Saya praktek lewat internet, kalau yang lain praktek di tempat tertentu sesuai yang pernah saya sebutkan.

MELAWAN KIRIMAN DUKUN DAN JIN KHODAM PUSAKA

Malam jum'at yang lain, perasaan tidak enak lagi. Dalam bayangan tampak burung, harimau dan sosok besar di atap genteng. Lama, sosok tinggi besar ini yang paling kuat. Dibacakan ayat apapun tidak mau pergi.

Setelah tanya Guru Besar/Kyai AKMIL burung dan harimau memang kiriman dukun, sedangkan sosok tinggi besar justru khodam pusaka leluhur yang katanya membantu saya. Kok malah saya usir ya?

Itulah mengapa saya tidak pernah membenci apapun kini. Karena semua adalah ciptaan Allah. Semua kita hormati karena menghormati penciptanya.

MELAWAN DUKUN JAHAT

Malam jum'at, perasaan kurang enak. Kemudian saya mondar- mandir di depan rumah. Saya konsentrasi, datanglah beberapa bayangan manusia. Inilah yang disebut dukun rogoh sukmo. Saya pura- pura tidak melihat. Salah satu dukun, si dukun berkepala botak dan bersarung menertawakan saya, dikira saya tidak tahu. Kemudian saya rapal ayat kursi dan semburkan nafas mulut ke arah dukun. Akhirnya dia berteriak dan pergi. Saat saya tanyakan Guru Besar/Kyai AKMIL ternyata benar, dan yang saya lakukan itu sejenis ilmu nogo geni versi islam. Inilah mukjizat kekuatan ayat al-qur'an. Bisa dipraktekkan oleh pembaca ketika takut.

Cara lain adalah mengambil batu, kemudian dibaca al-fatihah dan surat lain semampunya kemudian lemparkan di tempat yang dirasakan menakutkan. Seperti melempar jumroh saat haji. Ini pengalaman atasan saya di kantor ketika beliau pernah ketakutan, dan hasilnya ada suara gedebuk sambil mengaduh......

kalau saya sendiri masih suka dengan naga geni versi islam.


BANTUAN

Ada beberpa bantuan lain yang tidak semuanya perlu diceritakan, a/l:
- Gangguan oleh orang ketiga sebelum menikah. Alhamdulillah selesai dan ybs kembali ke pacar pertama. Temannya awalnya ragu dengan saya, tapi kemudian mulai yakin setelah kedua pasangan akan menikah. Karena temannya ini lebih memilih pisah dari pacar yang saya rekomendasikan karena katanya mengekang. Khan seharusnya wanita dikekang sedikit/ diatur sedikit. Wong cuman nggak boleh darmawisata jauh dan nginap. Bukankah banyak mudzaratnya? Semoga mereka berdua bersatu atau dia mendapat jodoh yang lebih baik. Amin
- mencari pencuri, beberapa kali...Berdasar pengalaman, jangan dikasih tahu pencurinya karena akan menimbulkan fitnah. Intinya, barangnya bisa kembali atau tidak, itu karma karena kurang sedekah atau memang keteledoran?
- Menyembuhkan orang stress, beberapa kali. Yang terakhir, meskipun nggak boleh sama Guru Besar/Kyai AKMIL, tetap saya lakukan. Alasan beliau karena cewek perawan takut kalau kecantol saya, karena orang stress rata- rata cari sandaran hidup. Saran Guru Besar/Kyai AKMIL tetap diindahkan dengan tidak menangani langsung, tetapi lewat istri saya dan keluarga si pasien, sehingga psien tidak tahu kalau diobati.
- Mengecak orang sakit tua, di daerah Tanggulangin, Ponjong...slahkan cek dan tanya nama saya. Saran saya, suruh pindah tidur di lantai karena roh sudah dekat ajal. Saran Guru Besar/Kyai AKMIL, tidurnya dipindah. Intinya sama, tetapi saat itu memang lebih waskita Guru Besar/Kyai AKMIL. Ternyata meninggalnya setelah dipindah ke Puskesmas. Maka benar jika saya masih perlu jam terbang.
- Kuliah dimana
_ kerja dimana
- dll